Pada
hari pertama saya mendengarkan presentasi fakultas dari FKIP yang
diwakili oleh Bapak Wawan. Beliau menyampaikan program-program yang
terdapat pada progdi dari fakultas FKIP antara lain dari Pendidikan
Ekonomi (PE) ini berdiri sejak 1956. Beliau juga menyampaikan bahawa
melalui Pendidikan Ekonomi mahasiswa yang telah lulus berkompeten di
bidang pendidikan dan sekaligusdi bidang bisnis. Selanjutnya beliau
menerangkan tentang progdi Bimbingan dan Konseling. Program Studi
Bimbingan dan Konseling diselenggarakan sejak tahun 1960 dan telah
diakreditasi dengan memperoleh peringkat A dan dipercaya oleh
Dirjendikti sebagai penyelenggara PPG BK/Konselor sejak tahun 2011.
Selanjutnya adalah Progdi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) progdi
ini adalah progdi dengan jumlah mahasiswa terbanyak yang dimiliki
oleh fakultas FKIP. Selanjutnya adalah PG-PAUD ini adalah progdi yang
paling muda progdi ini berdiri sejak tahun 2010.
Presentasi
selanjutnya dilakukan oleh lembaga penyedia beasiswa dari Prasetya
Mulya. Lembaga ini terletak di Jakarta. Beasiswa diperuntukkan untuk
mahasiswa S1 dan S2. Untuk dapat mengikuti jalur beasiswa dari
Prsetya Mulya harus mengikuti tahapan-tahapan tes terlebih dahulu.
Untuk mahasiswa dari Jawa bisa mengikuti tes yang biasanya
dilaksanakan di Semarang dan Jogjakarta.
Selanjutnya
presentasi dari EASE. EASE adalah program internasional antara UKSW
Salatiga dengan Kwansei Gakuin University Jepang. Program ini telah
berlangsung selama 30 tahun. Pada tahun ini program ini dilakukan di
Jepang, EASE merupakan program pertemuan yang rutin dilakukan setiap
tahun oleh UKSW Salatiga dan Kwansei Gakuin University Jepang. Tujuan
dari program ini adalah untuk mendiskusikan permasalahan dasar dari
satu sama lain yang tidak dimengerti dan untuk membangun persahabatan
untuk perdamaian dunia. Melalui program ini akan memperluas
pengetahuan dari peserta EASE dalam mempererat persahabatan dengan
orang lain dari negara yang berbeda, mengembangkan toleransi dan
mencoba memahami masing-masing kebudayaan dari kedua negara melalui
diskusi, masakan, dan pertunjukan kebudayaan.
Pada
hari kedua presentasi pertama dilakukan oleh IDP. IDP adalah
organisasi pendidikan internasional Australia yang independen serta
salah satu pemilik dan penyelenggara tes IELTS. Terdapat lebih dari
70 negara yang telah berkerjasama dengan IDP dan Indonesia adalah
salah satunya. Setiap negara mendapatkan jatah sendiri-sendiri untuk
mengirimkan warganya yang akan bersekolah di Australia melalui IDP,
untuk Indonesia mendapatkan jatah 3 orang yang dapat bersekolah di
Australia melalui bantuan dari IDP, ini adalah cukup besar jika
dibandingkan dengan negara lain. IDP juga menyediakan berbagai
pelayanan dan informasi untuk belajar di Australia.
Selanjutnya
dari FIK, persentasi yang dilakukan dari mahasiswa FIK sangat menarik
mereka mempromosikan program studi ini dengan cara melakukan drama
menyelamatkan manusia dari bencana gunung meletus. Mereka memberitahu
kepada peserta seminar bagaimana cara menyelamatkan terlebih dahulu
orang-orang terkena bencana, mereka membagi mana yang harus
diutamakan untuk mendapat pertolongan terlebih dahulu dan yang masih
bisa ditinggal untuk diselamatkan kemudian.
Selanjutnya
adalah sharing dosen yang pertama adalah dari Bapak Toar Sumakul,
beliau sharing tentang sekolah di Inggris khususnya di Liverpool.
Untuk bisa mendapatkan beasiswa dari dikti dan bersekolah disana bisa
dari S1 ataupun S2. Yang harus dipersiapkan untuk bersekolah disana
menurut beliau adalah pakaian hangat seperti jaket. Makanan Indonesia
sudah cukup banyak terdapat disana dengan harga yang cukup
terjangkau. Untuk mendapatkan teman disana cukup ribet karena kita
harus mencari orang yang cocok dengan kita terlebih dahulu setelah
itu kita dapat mengembangkan pertemanan dari orang orang yang kita
ajak berteman tersebut.
Selanjutnya
adalah dari Ibu Anne Timotius, beliau pernah bersekolah di Australia.
Beliau menceritakan tentang keadaan di Australia, untuk bisa
bersekolah disana haruslah lulusan dari S2, pemerintah Australia
sangat memperhatikan penggunaan air di negara tersebut. Air di
Australia seperti barang yang sangat langka, penggunaan air dinegara
tersebut sangatlah dibatasi. Ada peraturan penggunaan air untuk
menyiram tanaman, ada hari-hari tertentu untuk menggunakan air untuk
menyirami tanaman.