Selasa, 03 April 2012

EDUCATION FAIR REPORT


Pada hari pertama saya mendengarkan presentasi fakultas dari FKIP yang diwakili oleh Bapak Wawan. Beliau menyampaikan program-program yang terdapat pada progdi dari fakultas FKIP antara lain dari Pendidikan Ekonomi (PE) ini berdiri sejak 1956. Beliau juga menyampaikan bahawa melalui Pendidikan Ekonomi mahasiswa yang telah lulus berkompeten di bidang pendidikan dan sekaligusdi bidang bisnis. Selanjutnya beliau menerangkan tentang progdi Bimbingan dan Konseling. Program Studi Bimbingan dan Konseling diselenggarakan sejak tahun 1960 dan telah diakreditasi dengan memperoleh peringkat A dan dipercaya oleh Dirjendikti sebagai penyelenggara PPG BK/Konselor sejak tahun 2011. Selanjutnya adalah Progdi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) progdi ini adalah progdi dengan jumlah mahasiswa terbanyak yang dimiliki oleh fakultas FKIP. Selanjutnya adalah PG-PAUD ini adalah progdi yang paling muda progdi ini berdiri sejak tahun 2010.
Presentasi selanjutnya dilakukan oleh lembaga penyedia beasiswa dari Prasetya Mulya. Lembaga ini terletak di Jakarta. Beasiswa diperuntukkan untuk mahasiswa S1 dan S2. Untuk dapat mengikuti jalur beasiswa dari Prsetya Mulya harus mengikuti tahapan-tahapan tes terlebih dahulu. Untuk mahasiswa dari Jawa bisa mengikuti tes yang biasanya dilaksanakan di Semarang dan Jogjakarta.
Selanjutnya presentasi dari EASE. EASE adalah program internasional antara UKSW Salatiga dengan Kwansei Gakuin University Jepang. Program ini telah berlangsung selama 30 tahun. Pada tahun ini program ini dilakukan di Jepang, EASE merupakan program pertemuan yang rutin dilakukan setiap tahun oleh UKSW Salatiga dan Kwansei Gakuin University Jepang. Tujuan dari program ini adalah untuk mendiskusikan permasalahan dasar dari satu sama lain yang tidak dimengerti dan untuk membangun persahabatan untuk perdamaian dunia. Melalui program ini akan memperluas pengetahuan dari peserta EASE dalam mempererat persahabatan dengan orang lain dari negara yang berbeda, mengembangkan toleransi dan mencoba memahami masing-masing kebudayaan dari kedua negara melalui diskusi, masakan, dan pertunjukan kebudayaan.
Pada hari kedua presentasi pertama dilakukan oleh IDP. IDP adalah organisasi pendidikan internasional Australia yang independen serta salah satu pemilik dan penyelenggara tes IELTS. Terdapat lebih dari 70 negara yang telah berkerjasama dengan IDP dan Indonesia adalah salah satunya. Setiap negara mendapatkan jatah sendiri-sendiri untuk mengirimkan warganya yang akan bersekolah di Australia melalui IDP, untuk Indonesia mendapatkan jatah 3 orang yang dapat bersekolah di Australia melalui bantuan dari IDP, ini adalah cukup besar jika dibandingkan dengan negara lain. IDP juga menyediakan berbagai pelayanan dan informasi untuk belajar di Australia.
Selanjutnya dari FIK, persentasi yang dilakukan dari mahasiswa FIK sangat menarik mereka mempromosikan program studi ini dengan cara melakukan drama menyelamatkan manusia dari bencana gunung meletus. Mereka memberitahu kepada peserta seminar bagaimana cara menyelamatkan terlebih dahulu orang-orang terkena bencana, mereka membagi mana yang harus diutamakan untuk mendapat pertolongan terlebih dahulu dan yang masih bisa ditinggal untuk diselamatkan kemudian.
Selanjutnya adalah sharing dosen yang pertama adalah dari Bapak Toar Sumakul, beliau sharing tentang sekolah di Inggris khususnya di Liverpool. Untuk bisa mendapatkan beasiswa dari dikti dan bersekolah disana bisa dari S1 ataupun S2. Yang harus dipersiapkan untuk bersekolah disana menurut beliau adalah pakaian hangat seperti jaket. Makanan Indonesia sudah cukup banyak terdapat disana dengan harga yang cukup terjangkau. Untuk mendapatkan teman disana cukup ribet karena kita harus mencari orang yang cocok dengan kita terlebih dahulu setelah itu kita dapat mengembangkan pertemanan dari orang orang yang kita ajak berteman tersebut.
Selanjutnya adalah dari Ibu Anne Timotius, beliau pernah bersekolah di Australia. Beliau menceritakan tentang keadaan di Australia, untuk bisa bersekolah disana haruslah lulusan dari S2, pemerintah Australia sangat memperhatikan penggunaan air di negara tersebut. Air di Australia seperti barang yang sangat langka, penggunaan air dinegara tersebut sangatlah dibatasi. Ada peraturan penggunaan air untuk menyiram tanaman, ada hari-hari tertentu untuk menggunakan air untuk menyirami tanaman.

Senin, 06 Februari 2012

There is no Traditional in Australia

That was Kirrily said to me when I asked him" are in Australia there are also traditional music instruments like the gamelan java?

Because in Australia that much foreigner (not a native aboriginal) than therefore in Australia there is not something is traditionally exception in an area that was inhabited by tribes native of Australia.

Australians prefer Indonesian culture than Japanese culture because of the geographical location of Indonesia closer to the Australian continent so they are easier to absorb the culture of Indonesia from the Japanese culture. And also because the Japanese people who like to work hard, not so well liked by them because Australians would rather be relaxed in doing the work.

When Kirrily living in Salatiga she can't sleep because she always hear the adhzan subuh that made she always woke up early, but she's long been accustomed to it, and he's very like of the atmosphere in Salatiga, cool and not too hot.